Balada Pemuda dan Bintang


Suatu masa, seorang pemuda duduk termenung di pinggir danau seraya menatap langit biru. Pandangannya kosong, air mukanya menampakkan kesedihan yang luar biasa. Lamunannya melanglang buana mengangkasa.

Hingga malam tiba, sang pemuda tak jua beranjak. Ia memandangi langit malam sesekali memanggil sang bintang. Namun, bintang tak jua datang, bersembunyi di balik awan hitam. Sang pemuda pun semakin bertambah sedih. Ia lalu pulang ke peraduannya.

Esok harinya, sang pemuda kembali termenung hingga malam tiba. kali ini sang bintang datang bersinaran, kilaunya indah memukau, sang pemuda lalu tersenyum pada sang bintang sambil bercerita pada sang bintang perihal kesedihannya. Hembusan angin menghantarkan bisikan hati sang pemuda, sang bintang pun berbinar mendengar kisah sang pemuda. Tak terasa, tetes hujan turun menyejukkan dada sang pemuda.

Sebuah harapan muncul di hati sang pemuda, kerinduan pun menyelimuti hatinya. Setiap malam sang pemuda kembali menemui sang bintang, sang bintang pun selalu ada untuknya. Walau dari kejauhan sang pemuda sangat senang dapat berbincang dengan sang bintang. Namun, saat fajar menyingsing, sang pemuda kembali kehilangan sang bintang. Untunglah, keesokan malamnya, sang pemuda kembali bertemu dengan sang bintang.

Akhirnya, sang pemuda tak ingin lagi kehilangan sang bintang walau hanya sekejap mata. Sang pemuda pun berharap dapat terbang menembus awan. Mustahil, sang bintang yang ia rindukan tak sanggup ia raih. Sang pemuda pun kembali sedih. Ia ibarat kerikil di dasar danau yang tak berdaya, sementara sang bintang terus memanggilnya di angkasa.


--Untuk bintangku nun jauh di sana--

Samudera Cinta

Cinta..
tak seorang pun dapat memaknainya dengan sempurna
karena maknanya begitu luas tak berhingga

Manakala hati merindu separuh jiwa
yang ditakdirkan melengkapinya
maka kerinduan itu tidak akan pupus
kecuali dengannya

Namun..
jika dua hati berpadu
dalam indahnya taman cinta
maka musnahlah segala kerinduan
yang telah lama membebani jiwa

Kepada mereka yang telah berlabuh di dermaga cinta...
kuucapkan selamat menikmati madu cinta!
penawar racun-pembunuh benih cinta
Agar manisnya tetap memaknai asa
dan harumnya menentramkan jiwa

Kepada mereka yang terombang-ambing di samudera cinta...
kau tidak sendiri
kita di haluan yang sama!

Kepada engkau belahan jiwa...
dayung terus perahumu
dan berilah aku pertanda!
Agar kudekap engkau
seandainya angin membawamu ke dalam pelukku

Allah Yang Maha Pecinta
betapa indah rasa yang Kau-anugerahkan untukku
hamba yang tidak layak Kau-cinta
Di dalam hati yang semata-mata milik-Mu
yang tercipta untuk mencintai-Mu

Getar Cinta Bisu



Apakah cinta selalu meminta
Mengharap bintang datang menjelma
Lahirkan asa menyiksa jiwa
Tak jua hilang lukai cinta

Dering hati hiasi hari-hariku
Sertakan getar di dalam dada
Telah ungkapkan ceritaku
Menyapa relung hatimu

Niat suci itu telah tertanam
Tumbuh terjaga dalam impian
Namun semua hanya kenangan
Jika kau tak jua datang

Apakah lidah telah kelu
Apakah hatimu palsu
Atau mungkin kau tutup
Dari nyata rasa kalbu

Menanti Sang Bintang



Bila hati bertabir sepi
Dan malam memenuhi diri
Jagad raya pun seakan tak berbunyi
Menemani di sudut mimpi

Harapan berlalu berbalut sangsi
Selalu dinanti sepanjang hari
Sampai kapan kan terobati
Derita jiwa tak terperi

Pagi datang esok pun berulang
Hari berganti tak berbilang
Tak jua asa dapat kudulang
Temani langkah kubawa pulang

Namun asa takkan kubuang
Walau berkurang nyaris hilang
Kupersembahkan pada Sang Bintang
Yang kusayang tetap kukenang